PERTANIAN JAYA, PETANI SEJAHTERA****PERTANIAN TULANG PUNGGUNG EKONOMI BANGSA

PETUNJUK TEKNIS AGRIBUSINESS START UP COMPETITION 2020

Untuk mengetahui sistematika/petunjuk teknis pendaftaran Silahkan Download Manual Book Disini
Untuk melakukan pendaftaran klik Disini

Potensi Bidang Perkebunan dan Hortikultura

POTENSI PERKEBUNAN KAB. BANYUWANGI

 

            Potensi perkebunan kabupaten banyuwangi dengan Luas Areal 82.143, 63 Ha, dengan rincian alokasi untuk untuk Perkebunan Negara seluas 48.449,63 Ha, Perkebunan Swasta 12.567,53 Ha dan Perkebunan Rakyat seluas 21.126,67 Ha. Dari Luas areal tersebut ada 8 komoditi perkebunan yang menjadi primadona di antaranya Kopi, Kelapa kopra , Kelapa Deres, Tembakau, Cocoa, Tebu, Cengkeh, dan Karet. Komoditi ini tersebar di beberapa wilayah Kecamatan Kabupaten Banyuwangi seperti yang tertera di table dibawah ini.

NO

KOMODITI

LOKASI  (KECAMATAN)

1.

Karet

Wongsorejo, Kalipuro, Glagah,   Glenmore, Kalibaru, Pesanggaran.

2.

Kopi

Wongsorejo, Kalipuro, Glagah, Licin, Songgon, Glenmore, Kalibaru, Pesanggaran.

3.

Kakao

Songgon, Sempu, Glenmore, Pesanggaran.

4.

Cengkeh

Kalipuro, Glagah, Licin, Songgon, Glenmore, Kalibaru.

5.

Kelapa kopra

Kalipuro, Glagah, Kabat, Rogojampi, Srono, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Kalibaru, Glenmore. Sempu, Songgon, Singojuruh.

6.

Kelapa deres

Kabat, Rogojampi, Sempu, Glenmore, Pesanggaran, Bangorejo, Srono, Muncar.

7.

Tebu

Wongsorejo, Kabat, Rogojampi, Sempu, Srono, Pesanggaran, Glenmore, Kalibaru, Singojuruh, Siliragung, Bangorejo.

8.

Tembakau

Wongsorejo, Kalipuro, Kabat, Rogojampi, Srono,

Muncar, Tegaldlimo

  • Produksi komoditi perkebunan tahun 2014

No

Komoditi

Luas Panen (Ha)

Provitas (Kw)

Produksi (Ton)

1.

Karet

2.240

10,50

2.352

2.

Kopi

8.298

9,64

7.992

3.

Kakao

6.907

7,21

4.981

4.

Cengkeh

2.066

2.06

447

5.

Kelapa kopra

19.183

14,20

27.234

6.

Kelapa deres

2.474

80.30

19.649

7.

Tebu

5.538

767.13

424.836

8

Tembakau

926

9.81

908

9.

Gula aren

30

270

810

 

 

  • Hasil Komoditi kelapa kopra di kabupaten Banyuwangi di ekspor hingga ke manca Negara diantaranya Negara Thailand yang sering jadi jujukan ekportir asal banyuwangi untuk mengirim hasil perkebunan buah kelapa tahun 2014, pengiriman buah kelapa ini bisa mencapai hingga 9.600.000 ribu butir atau 384 kontainer  yang semuanya berasal dari Kabupaten Banyuwangi.
  • Salah satu komoditi Unggulan di kabupaten banyuwangi yang tidak kalah saing yaitu tanaman kopi, untuk produksi kopi sendiri mengalami peningkatan dari Tahun 2013 sebesar 7.815 Ton dan di Tahun 2014 sebesar 7.992 Ton  dengan  komoditi ungguluan jenis robusta dan arabika yang tersebar di beberapa kecamatan. Produksi tersebut didukung dengan topografi daerah yang mencukupi, ketinggian areal 400-1000 mdpl dengan hawa  yang sejuk cocok untuk tanaman kopi. Hasil produksi  Kopi banyuwangi khususnya hasil Perusahaan perkebunan sudah mulai di ekspor ke manca Negara, hanya untuk hasil perkebunan rakyat yang masih di belum di ekspor namun di jual ke pengepul terbesar di kota malang kec. Dampit. Terlepas dari itu semua, kopi hasil bumi blambangan, cita rasanya tidak kalah dengan kopi dari wilayah lain.
  • Untuk komoditi tebu yang merupakan salah satu komoditi penunjang swsembada pangan nasional, khususnya untuk banyuwangi sudah mula menggeliat perkembangannya. Ini bisa dilihat dari masyarakat yang mulai ramai – ramai mengembangkan tebu. Data yang masuk  untuk perkembangan  komoditi tebu di Banyuwangi mengalami peningkatan, pada tahun 2013 besar  produksi 240.602 ton, peningkatan terjadi di tahun 2014 menjadi 424.833 Ton. Peningkatan produksi tebu tersebut didukung dengan kegiatan perluasan areal tebu di banyuwangi untuk rakyat 75 ha, untuk perkbunan Negara seluas 9.298,29 ha. Dan untuk tahun-tahun  kedepan, banyuwangi akan memiliki Pabrik Gula Glenmore (IGG). Terwujudnya pabrik gula ini akan mendatangkan tambahan inkam tersendiri untuk Kabupaten Banyuwangi maupun masayarakat sekitar, dan lagi khusus untuk petani tebu asli banyuwangi tidak lagi jauh – jauh mengirim tebu-nya ke wilayah lain.
  • Di tahun 2015 ini, komoditi tembakau juga mulai memperlihatkan perkembanganya.  Perkembangan ini disertai dengan dibukanya kerjasama PT.AOI Indonesia Cabang Banyuwangi dengan petani tembakau banyuwangi. Kerjasama yang dijalani saat ini baru sebatas pembelian hasil tembakau yang akan diproduksi tahun 2015, kemungkinan ke depannya kerjasama ini akan berlanjut ke pengembangan Sarana dan prasarana tembakau untuk petani.
  • Aksi dan program bidang Perkebunan ;
  1. Rehabilitasi tanaman tahunan komoditi perkebunan.
  2. Pembudidayaan bahan baku tembakau dengan nikotin dan Tar rendah.
  3. Peningkatan sarana prasarana produksi perkebunan.
  4. Penanganan pascapanen dan pengolahan hasil.
  5. Pengembangan Rintisan Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian ( PRIMATANI ).
  6. Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) & CSR.
  7. SL Konservasi perkebunan, SL Anomali iklim, SL Agribis dan SLPHT Kakao.
  8. Pengembangan mutu dan standardisasi produk perkebunan.
  9. Pengendalian OPT kwangwung.
  • program inovatif berupa;
  1. Kemitraan  kelompok tani dgn PT  Alliance one Indonesia dalam kegiatan on farm-pascapanen tembakau.
  2. Kemitraan petani gula merah non sulfit dengan Indofood.
  3. Kemitraan pemasaran hasil panen kopi dengan PTPN XII
  4. Fasilitasi CSR kelompok tani kopi dengan PTPN XII
  5. Pengembangan tebu untuk mendukung Industri  Gula Glenmore (IGG).
  6. Pengembangan kopi arabika.