PETUNJUK TEKNIS AGRIBUSINESS START UP COMPETITION 2020

Untuk mengetahui sistematika/petunjuk teknis pendaftaran Silahkan Download Manual Book Disini
Untuk melakukan pendaftaran klik Disini

TIM DARI BOGOR JADI JAWARA ASC BANYUWANGI, KEMENTAN : INI AWAL BANGKITNYA AGRIBISNIS DI INDONESIA

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim Crop Hero dari Bogor berhasil menjadi jawara dalam ajang Agribusines Startup Competition (ASC) 2019 yang di gelar Pemkab Banyuwangi.

Untuk itu, tim tersebut berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp 50 juta sebagai bantuan modal agribisnis dari panitia, dalam hal ini Dinas Pertanian Banyuwangi. Proposal yang di ajukan oleh Tim Crop Hero itu berupa rintisan usaha alat monitoring lingkungan mikroekosistem budidaya pertanian (micro controller) berbasis IoT (Internet of Things) dengan parameter utama berupa suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya dan PH sehingga usaha pertanian bisa dikontrol via HP android.

Sementara sebagai juara kedua adalah Hylo Team dari Banyuwangi, dengan ide agribisnis inovasi gelas ramah lingkungan dari bahan buah naga, sehingga berhak mendapatkan hadiah Rp 30 juta.

Di posisi ketiga adalah tim Agrowangi Sociopreneur dengan rintisan usaha ternak domba dengan sistem jual beli timbang hidup dan yang menjadi supplier adalah start up market place ternak. Sehingga tim asal Banyuwangi tersebut mendapatkan uang tunai Rp 20 juta.

Di posisi ke empat dan berhak membawa pulang hadiah Rp 15 juta adalah tim Lahap Tech Co dari Bogor, dengan ide usaha Platform digital kantin sekolah berbasis IoT (Internet of Things).

Sedangkan juara kelima adalah tim GC ID dari Jogja dengan rintisanstart up aplikasi berbasis socioenterprice yang menyediakan layanan belanja dan antar produk bahan pangan mentah yang berasal dari pasar lokal dan mitra, dengan hadiah Rp 10 juta.

Dalam acara Grand Final ASC 2019 ini, Menteri Pertanian yg diwakili staf ahli bidang lingkungan pertanian Ir. Pending Dadih Permanamengaku mengapresiasi dengan kegiatan tersebut serta sangat mendorong agribisnis dalam rangka kemajuan pertanian.

“Kementrain pertenian telah menggulirkan berbagai program yang dikembangkan melalui regenerasi pertanian. Salah satunya melalui program penumbuhan wirausaha muda di bidang pertanian, bekerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Pending.

“Kompetisi Agribusines Startup Competition yang di gelar Pemkab Banyuwangi ini adalah awal dari bangkitnya Agribisnis di Indonesia melalui peran generasi muda yang dimulai dari Banyuwangi sebagai daerah inovatif,” ungkapnya.

Untuk itu, Pending memberikan hadiah tambahan sebesar Rp 50 juta.

Sebelumnya, sejak pendaftaran ASC di buka mulai 1 April hingga 30 April 2019 secara online, peserta yang mendaftar sejumlah 653 orang dengan membentuk 267 tim untuk mengirimkan proposal, yang terdiri dari 104 tim kategori Rintisan Usaha Agribisnis dan 163 tim kategori Ide Usaha Agribisnis.

Tidak hanya Banyuwangi saja, mereka berasal dari Kediri, Tulungagung, Lamongan, Bangkalan, Semarang, Jogja, Depok, Bogor, Bandung, Cianjur, Makassar, Manado dan Mataram.

Selanjutnya, di lakukan penilaian dan seleksi oleh tim juri yang berkompeten di bidangnya hingga terjaring 54 tim sebagai finalis yang terbagi 27 tim dari kategori Rintisan Usaha Agribisnis dan 27 tim dari kategori Ide Usaha Agribisnis. Setelah menjalani presentasi dan interview, maka terpilih 10 tim terbaik di Grand Final yang di gelar Sabtu (29/6/2019).

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan kesempatan kepada anak anak muda berkecimpung di bidang pertanian.

“Karena kalau diajak terjun langsung ke bidang pertanian dengan mencangkul tidak menjadi daya tarik bagi mereka,” ujar Arief.

“Pemkab Banyuwangi mengajak mereka untuk membuat kegiatan bisnis melalui startup bagi usahawan muda khususnya di bidang pertanian,” imbuhnya.

Arief mengaku, pihaknya ingin menggantikan generasi tua yang sekitar 75 persen berkecimpung di dunia pertanian dengan anak anak muda. Pasalnya, untuk anak muda sendiri yang mau terjun ke dunia pertanian saat ini masih di kisaran 25 hingga 30 persen.

“Dengan di ikutkan peserta dari seluruh Indonesia ini adalah untuk mendorong anak muda Banyuwangi untuk lebih berkarya dan lebih bagus lagi,” pungkas Arief.

Sementara itu, selain 5 tim pemenang utama, ada 5 tim lainnya sebagai juara 6 hingga 10 masing masing mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta sebagai bantuan modal agribisnis.

Mereka adalah Tim Sustainable Agroindustri dari Banyuwangi dengan ide usaha produk olahan dari bahan dasar VCO (Virgin Coconut Oil) menjadi komestik, sabun, dan bahan perawatan kecantikan. Tim Yant Sorghum dari Mataram dengan rintisan usaha produk olahan dari bahan dasar sorghum dengan prinsip zero waste.

Tim Agri Tronz dari Banyuwangi dengan ide usaha platform digital IoT (Internet of Things) untuk tanaman cabe dan tomat berbasis artificial intelligence system.

Tim Sukangefly dari Surabaya berupa rintisan usaha jasa pertanian modern berbasis sistem digital fokus pd layanan areal mapping, aerial PH photography, drone sprayer, tree counting sehingga diketahui kapan tanam dan panen agar supply demand seimbang dan harga hasil panen menguntungkan.

Juga Tim Timming dari Malang yang mengangkat ide agribisnis produk alat pengering rumput laut merah yang berbasis IoT (Internet of Things) tersistem dengan android sehingga budidaya bisa dikontrol realtime dan hasil produksi rumput laut meningkat.