SEMARAK AGRO EXPO 2014 : Eksplorasi Potensi Pertanian Yang Menginspirasi

Dalam rangka peringatan Hari Jadi Banyuwangi Ke-243 Tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Agro Expo yang digelar sejak Tanggal 20 s/d 27 Desember 2014.  Dalam event pameran yang mengusung tema pertanian tersebut, tak kurang sebanyak 24 stand dari berbagai elemen agrikultura berjajar rapi di sepanjang Jalan Diponegoro Banyuwangi dalam eksibisi yang perhelatannya menjadi bagian dari rangkaian Banyuwangi Festival 2014. Diilhami oleh RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2015, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi mantap mengusung tema “ PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI REVITALISASI PERTANIAN GUNA MENDUKUNG PERWUJUDAN KEDAULATAN PANGAN DALAM RANGKA MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 “ sebagai upaya percepatan pemberdayaan menuju kemandirian dan kesejahteraan petani.

Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan sebagai salah satu SKPD yang berperan penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut memamerkan produk unggulan dari komoditas Tanaman Pangan, Hortikultura, Kehutanan dan Perkebunan di Kabupaten Banyuwangi. Selain komoditas unggulan tanaman pangan seperti beras organik, agensi hayati, serta jagung, kedelai dan ubi kayu, komoditas andalan kehutanan dan perkebunan seperti kayu, madu, kopi, gula dan tembakau juga turut ditampilkan dalam momen tahunan tersebut.  Berbagai jenis tanaman hias, tanaman biofarmaka dan sayuran dalam polybag seperti cabai merah, cabai kecil, tomat, terung, seledri, kobis, caisim dan brokoli dari bidang Hortikultura tersusun indah dalam konstruksi vertikal garden yang diletakkan di pintu masuk stand pameran. Beragam komoditas buah unggulan seperti jeruk, jambu biji, belimbing, semangka, melon dalam kemasan serta varian produk olahan hortikultura tertata apik di meja stand. Berbagai teknologi terbaru dalam mekanisasi pertanian serta pengolahan pasca panen juga turut ditampilkan guna memberikan informasi kepada masyarakat mengenai upaya percepatan terwujudnya kedaulatan pangan nasional yang senantiasa didengungkan pemerintah selama ini.

Sebagai bentuk manifestasi nyata terealisasinya sinergi pemerintah dengan pengusaha dalam pembangunan pertanian, beberapa elemen terkait di bidang pertanian juga turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan event bergengsi tersebut. Selain Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPP), Asosiasi Petani tembakau Indonesia (APTI) dan Perum Perhutani, berbagai perusahaan produsen benih, pupuk dan obat-obatan mitra petani juga turut andil menyemarakkan pelaksanaan Agro Expo 2014.

Didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan dan jajarannya, Bupati Banyuwangi membuka langsung pelaksanaan kegiatan pada Hari Sabtu, Tanggal 20 Desember 2014, pukul 19.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi melakukan dialog langsung dengan kelompok tani binaan yang menampilkan komoditas pertanian hasil budidaya dengan menerapkan kaidah GAP (Good Agricultural Practices/Tata Cara Budidaya Tanaman yang Baik dan Benar). Selain aman konsumsi, budidaya tanaman dengan prinsip ramah lingkungan akan menghasilkan produk pertanian dengan mutu yang lebih baik dari segi rasa, tekstur, kandungan nutrisi dan appearance/penampakan. Di akhir kunjungannya, Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas aplikasi packaging/pengemasan serta teknologi olahan sebagai upaya peningkatan nilai tambah (value added) dan harga jual komoditas pertanian.

Sebagaimana konsep yang mewarnai pelaksanaan kegiatan, pameran produk unggulan pertanian juga disertai dengan penyebarluasan informasi dalam bentuk leaflet, selebaran, brosur maupun layanan konsultasi sebagai bentuk pelayanan publik. Misalnya : penyebarluasan informasi mengenai budidaya sayuran dalam polybag serta pemanfaatan vertical garden dalam program intensifikasi pekarangan sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga dan alternatif peningkatan pendapatan rumah tangga. Konsep pertanian ramah lingkungan melalui aplikasi agensi hayati dan pupuk organik sebagai upaya meminimalisasi residu kimia akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia juga menjadi prioritas dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Membanjirnya pengunjung stand Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi selama pelaksanaan pameran menunjukkan respon positif masyarakat terhadap pelayanan publik yang disediakan. Selain aktif berkonsultasi mengenai budidaya tanaman kepada perwakilan Kelompok Tani binaan serta petugas pertanian di stand Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan yang secara khusus disediakan untuk masyarakat, pengunjung pameran juga antusias membeli berbagai produk unggulan pertanian yang dibandrol dengan harga di bawah harga pasar. Momen ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat Banyuwangi dalam mengakses produk pertanian bermutu dengan harga terjangkau serta menjadi media dalam meningkatkan kesadaran untuk mengkonsumsi dan mencintai produk pertanian lokal/dalam negeri.