RAPAT KOORDINASI TEKNIS PENGELOLAAN KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL

Sesuai dengan surat Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, nomor : UN-62/IV-SET/2015 tanggal 7 Juli 2015, perihal Undangan Rapat Koordinasi Teknis Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial tanggal 10 Juli 2015, bertempat di Hotel Santika Premiere, DI. Jogjakarta.

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk harmonisasi dan penyelarasan program kegiatan prioritas antar stakeholders sebagai bahan penyusunan rencana aksi konservasi sumber daya alam pada ekosistem esensial (karst, mangrove, gambut, danau, sungai, rawa, payau dan wilayah pasang surut yang tidak lebih dari 6 meter yang berada di luar KSA dan KPA).

Dalam kesempatan tersebut hadir   :

  1. Dirjen KSDAE, Kemen. LHK
  2. Direktur Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial, Ditjen KSDAE (Narasumber)
  3. Dinas Kehutanan Prov. DI Jogjakarta (Narasumber)
  4. BLH Prov. DI. Jogjakarta (Narasumber)
  5. Pusat Pengelolaan Ekoregion Jogjakarta
  6. BKSDA DI Jogjakarta
  7. Bappeda Kabupaten Se Prov. DI Jogjakarta
  8. Dinas Kehutanan Kabupaten Se Prov. DI Jogjakarta
  9. BLH Kabupaten Se Prov. DI Jogjakarta
  10. Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kab. Banyuwangi (Narasumber)
  11. BPDAS Serayu Opak Progo
  12. PSLH, Fak. Geologi dan Fak. Biologi Univ. Gadjah Mada
  13. LPPM Institut Pertanian Jogjakarta dan Univ. Gunung Kidul Jogjakarta
  14. Univ. Pembangunan Nasional “Veteran”, Jogjakarta (Narasumber)
  15. WALHI, Yayasan Shorea, Yayasan Damar, Yayasan Kehati dan Yayasan Arupa,
  16. Yayasan Kanopi, Yayasan Tirta Kamandanu, ASC Jogjakarta, dan HKSI Jogjakarta

Sesuai undangan, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi diberi kesempatan sebagai Narasumber dengan judul “Studi Kasus Pengelolaan Hutan Mangrove Teluk Pangpang Banyuwangi”, diwakili oleh Sdr. Fakhruddin, S.Hut.

Ketika paparan dari Banyuwangi tersebut disampaikan, peserta cukup antusias, mengingat hanya Banyuwangi yang menyampaikan kondisi hutan mangrove dan perkembangannya yang menurut peserta dapat dijadikan contoh, lokasi studi banding karena besarnya partisipasi masyarakat Kec. Muncar dan Tegaldlimo atas pentingnya kelestarian hutan mangrove Teluk Pangpang untuk menunjang peningkatan kesejahteraan melalui potensi Ekologi, Ekonomi dan Sosial Kawasan Ekosistem Esensial Hutan Mangrove Teluk Pangpang.