PENDAMPINGAN KELOMPOK USAHA PERHUTANAN RAKYAT MELALUI PENGEMBANGAN BUDIDAYA PORANG

Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam yang berupa kayu saja, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat. Banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan dalam rangka kegiataan pemanfaatan lahan di bawah tegakan tanaman pokok kehutanan yang biasanya berupa tanaman tumpangsari, antara lain dengan menanam padi, jagung, jeruk, pepaya, nanas, cabai, empon-empon, blimbing, semangka, vanili, maupun porang.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015 melalui Bidang Kehutanan adalah Pendampingan Kelompok Usaha Perhutanan Rakyat Sub kegiatan Pengembangan Budidaya Porang yang di laksanakan di Kecamatan Siliragung.

Porang merupakan tumbuhan semak (herba) yang memiliki tinggi 100 – 150 cm dengan umbi yang berada di dalam tanah. Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. Tanaman Porang pada umumnya dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja. Kegunaan dari porang adalah untuk keperluan industri antara lain untuk mengkilapkan kain, perekat kertas, cat, kain katun, wool dan bahan imitasi yang memiliki sifat lebih baik dari amilum serta harganya yang lebih murah. Diharapkan dengan kegiatan ini kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan kelestarian hutan tetap terjaga.