KEPALA DINAS PERTANIAN MENGADAKAN GERAKAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN PENGENDALIAN OPT TEMBAKAU DI KEC. WONGSOREJO

Kecamatan Wongsorejo merupakan daerah potensi untuk pengembangan tembakau khususnya tembakau kasturi, yang jadwal tanamnya di setiap tahun musim tanamya lebih mengawali dibandingkan dengan kecamatan yang lain, yaitu pada setiap bulan Maret. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi yang didampingi Kepala Bidang Perkebunan memberikan bantuan POG (Pupuk Organik Granul) sebanyak 66.300 Kg, dan Insektisida sebanyak 345 liter untuk Gerakan Aplikasi Pupuk Organik dan Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) Tembakau di Kec. Wongsorejo seluas 115 Ha. 

Disamping itu, pada musim tanam tahun ini Kec. Wongsorejo juga mendapatkan bantuan pupuk NPK sebanyak 25.000 Kg dari APBD Provisi Jawa Timur untuk arel intensifikasi tembakau seluas 100 Ha yang tersebar dalam 5 Kelompok tani. Luas areal tanam tembakau di Kec. Wongsorejo di musim tanam 2015 mencapai luas 328 Ha. Sarana tersebut diserahkan secara simbolis pada 5 (lima) kelompok tani meliputi: Kelompok Tani Ringinrejo, Barujaya, Garuda putih, Mardi Utomo dan Madani yang dihadiri oleh 250  anggota kelompok tani tembakau Kec. Wongsorejo, Penyuluh pertanian, Mantri Pertanian, Koordinator pernyuluh pertanian, Babinsa dan Forpimcam Kec. Wongsorejo. Bantuan sarana pertanian ini untuk merangsang petani tembakau Kec. Wongsorejo agar mau peduli terhadap degradasi atau kerusakan tanah akibat dari petani terlalu berlebihan dalam menggunakan pupuk kimia untuk pemupukan tanaman khususnya tembakau,  sedangkan bantuan insektisida Rudal untuk Gerakan Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) ulat grayak pada tanaman tembakau.

Sebagian besar lahan pertanian intensif di kabupaten Banyuwangi khususnya Kec. Wongsorejo kandungan unsurnya mengalami penurunan yang signifikan dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan  rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah yaitu 1%.  Padahal, untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.