HUTAN RAKYAT UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN KAYU

Degradasi sumberdaya hutan dan lahan telah terbukti menimbulkan dampak yang cukup luas mencakup aspek biofisik lingkungan, ekonomi, kelembagaan dan juga sosial politik. Berbagai dampak perubahan iklim telah nyata dirasakan tidak hanya di Indonesia, akan tetapi di seluruh dunia. Beberapa tahun terakhir, pada musim penghujan terjadi peningkatan intensitas badai angin dan hempasan angin panas, bencana banjir tahunan dan tanah longsor. Sebaliknya pada musim kemarau, terjadi bencana kekeringan yang berkepanjangan. Saat ini terjadi ketimpangan dalam ketersediaan bahan baku kayu dan kebutuhan kayu. Kebutuhan bahan baku kayu di Kabupaten Banyuwangi saat ini semakin meningkat. Dengan mengandalkan potensi hutan produksi semata tidak akan mampu untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri kayu di Banyuwangi. Hutan Tanaman/ hutan rakyat dan kebun masyarakat dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kayu. Pengembangan hutan tanaman perlu terus dikembangkan dapat meningkatkan produktifitas dan keragaman jenisnya. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi tahun 2014 adalah Kegiatan Pengembangan Hutan Tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan bibit Pesanggaran, Glenmore, Kalibaru, Singojuruh dan Giri dengan jumlah bibit sebanyak 24.200 batang dengan jenis Sengon, Durian dan Mahoni. Penanaman dilaksanakan pada akhir bulan Nopember tahun 2014. Pengembangan Hutan tanaman dilaksanakan sebagai upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat dan memacu kemandirian masyarakat dalam penanaman sehingga nantinya kebutuhan kayu dapat terpenuhi. Kedepan hutan tanaman diharapkan menjadi salah satu tulang punggung penggerak perekonomian masyarakat di Banyuwangi khususnya di bidang kehutanan.